Pages

I'm a teacher of SDII Al Abidin

Senin, 17 Desember 2012

TUGAS KULIAH (3) PEMANFAATAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK UNTUK SEMUA KALANGAN DAN GOLONGAN



TUGAS KULIAH (3)
Statistik Pendidikan dan Komputer



 
 
PEMANFAATAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
UNTUK SEMUA KALANGAN DAN GOLONGAN

Disusun oleh:
NAMA
NIM
KELAS
E-MAIL
Arif Mashudi
Q 100 120 008
I / B
arifmsh@ymail.com


FAKULTAS PASCA SARJANA
JURUSAN / PROGDI MAGISTER PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
PEMANFAATAN PEMBELAJARAN BERBASIS TIK
UNTUK SEMUA KALANGAN DAN GOLONGAN

Arif Mashudi,
Mahasiswa Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan,
Universitas Muhammadiyah Surakarta

ABSTRAKSI
Tujuan. Pembelajaran menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan upaya untuk mempermudah proses belajar dari segi kemudahan, tingkat efisien waktu dan tenaga bagi guru dan dosen ketika memberikan pengajaran.
Metodologi / Pendekatan. Berbagai media dan software yang dipasarkan baik secara langsung di media cetak maupun secara ­on-line adalah suatu bentuk-bentuk pelayanan kemudahan dalam menggunakan media tersebut. Contoh, media yang berupa media presentasi dapat digunakan oleh pengajar dalam mengembangkan cara dan metode pengajaran. Penggunaan media TIK dapat dilakukan kepada semua kalangan. Dalam hal ini, pembelajaran dengan menggunakan media TIK dapat digunakan untuk peserta didik yang memiliki  kebutuhan khusus dalam pelayanan pendidikan.


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pengajaran di ruang kelas merupakan suatu kegiatan yang harus dipersiapkan secara matang. Hal ini mengingat tingkat efisiensi dan efektifitas dari pembelajaran harus terarah dan terukur untuk segala dimensi. Hal yang perlu menjadi perhatian adalah kemampuan pengajar dalam memberikan penyampaian konsep belajar yang mudah, praktis, dan menyenangkan bagi peserta didik. Pembelajaran yang menyenangkan dapat terlaksana dengan baik dan menyenangkan bila pengajar memberikan pola (pattern) pengajaran yang unik, menarik dan tidak monoton.
Penerapan pembelajaran TIK dapat dimanfaatkan oleh berbagai golongan baik peserta didik normal maupun peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus. Menurut Thomas (1992), bahwa ICT dapat membawa manfaat tertentu untuk siswa dengan kesulitan emosional dan perilaku. Sehingga penerapan dari pembelajaran TIK dapat diwujudkan dengan adanya pelatihan-pelatihan bagi pengajar untuk menghasilkan kualitas pembelajaran yang baik. Berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari penggunaan teknologi informasi di Meldreth Manor, sebuah sekolah bagi siswa dengan kesulitan belajar berat, Banes (2002) dan Walter (2004), bahwa TIK dapat membantu dalam komunikasi. Mereka menyatakan bahwa hal tersebut juga menarik untuk digunakan dan tantangan positif untuk sebagian besar murid.
Penerapan TIK juga dapat digunakan untuk pembelajaran jarak jauh, sehingga memudahkan bagi pengguna dalam menyampaikan informasi untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Salah satu upaya dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh disini dapat diterapkan melalui media electronic mail (e-mail) untuk memberikan hasil-hasil informasi yang dapat diberikan secara mudah dan cepat. TIK dasar seperti e-mail memiliki potensi untuk memungkinkan siswa jarak jauh terletak secara interaktif mengambil bagian dalam program tertentu. Disamping itu, pembelajaran jarak jauh dapat memanfaatkan chatting interaktif dan konferensi video antara satu dengan yang lainnya. Hal ini melatarbelakangi bahwa pengajaran dengan TIK menjadikan kemudahan dalam memberikan informasi dengan mudah, praktis, dan cepat.

1.2 Rumusan Masalah
1.    Masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan pembelajaran TIK.
2.    Bagaimana mengatasi masalah yang timbul dalam pelaksanaan pembelajaran TIK?
3.    Langkah-langkah apa saja yang dapat dilaksanakan untuk mengatasi masalah yang timbul dalam pelaksanaan pembelajaran TIK?

1.3       Tujuan
1.   Untuk mengetahui masalah-masalah dalam pembelajaran TIK.
2.   Untuk mengetahui langkah-langkah mengatasi masalah dalam pembelajaran TIK.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Masalah-Masalah Dalam Pembelajaran TIK
Hal yang dapat diterapkan dalam penggunaan media TIK dalam pengajaran dapat berjalan secara efektif dan tepat guna, meskipun demikian terdapat beberapa kendala-kendala yang tidak lepas dari masalah yang timbul. Menurut Martey (2004), kemajuan menuju layanan berbasis TIK telah lambat untuk beberapa alasan; (i) tingginya biaya infrastruktur informasi dan komunikasi, (ii) kurangnya keahlian teknis. Disamping itu, terdapat rincian kendala yang lebih spesifik seperti tidak adanya penyediaan pendidikan jarak jauh yang mengintegrasikan dukungan perpustakaan ke dalam program, masih banyaknya ketergantunga pada modul cetak untuk menyebarkan informasi. Oleh karena itu, perlunya upaya-upaya dalam rangka mengatasi kendala yang ada sehingga beberapa kendala tersebut dapat diatasi dengan baik.
Pokok pembahasan selanjutnya adalah mempersiapkan dan menyediakan sumber balajar dan alat sebagai media pembelajaran TIK untuk kalangan pelajar yang memiliki catatan berkebutuhan khusus. Sehingga terdapat adanya penerapan multimedia untuk semua kalangan dan golongan. Penerapan ke depan adalah pengembangan multimedia sebagai sarana belajar yang menjangkau untuk semua kalangan tersebut.
2.2 Pendekatan Masalah
Pemanfaatan penggunaan TIK dalam menciptakan lingkungan belajar yang aplikatif dapat terwujud melalui penggunaan media TIK yang dapat memfasilitasi kebutuhan penggunanya. Menurut Florian (2004), pemanfaatan TIK dapat digambarkan dalam enam hal yakni; (1) pemanfaatan secara maksimal untuk program pengajaran guru dengan teknologi berbasis komputer pada program pembelajaran, (2) program TIK yang dapat meningkatkan pembelajaran eksplorasi. Artinya dengan bantuan teknologi, eksplorasi lingkungan belajar dapat dikembangkan secara eksploratif, (3) Menggunakan TIK sebagai alat: jenis ini belajar dengan TIK adalah tentang keterampilan yang terlibat dalam menggunakan alat-alat teknologi, (4) Bantuan dalam komunikasi: ada perangkat teknologi banyak bantu yang tersedia untuk membantu berkomunikasi siswa, seperti synthesizer suara, (5) Penggunaan untuk keperluan penilaian: sebuah sistem penilaian berbasis komputer dapat menjadi lebih dari sekedar alat untuk merekam dan meringkas data, (6) Digunakan sebagai alat untuk mengembangkan pendidikan individu bagi siswa berkebutuhan khusus sehingga dapat dirancang untuk mengatasi kesulitan yang berindikasi pada teridentifikasinya cara belajar dari kalangan siswa yang berkebutuhan khusus tersebut. Meskipun berbagai manfaat dapat dirasakan, namun untuk mengantisipasi berbagai masalah dalam penggunaan media TIK dapat dilakukan pendekatan-pendekatan yang aplikatif.
Menurut Midgley (1993), terdapat tiga model untuk pelatihan TIK bagi siswa berkebutuhan khusus; (1) Model lokakarya, model ini digunakan untuk pelatihan TIK yang awal, (2) Model pendidikan, merupakan jenis model pelatihan yang disediakan oleh lembaga pendidikan reguler yang memeberikan penekanan pada pendidikan, (3) Model rehabilitasi kejuruan sistemik, model ini mengacu pada penciptaan pendekatan, terstruktur dan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan individu masyarakat.

2.3 Pemecahan Masalah
1.     Melalui penawaran program sarjana dan pascasarjana khusus dalam TIK dan bidang yang terkait;
2.     Melaksanakan program pascasarjana yang ditawarkan oleh universitas seperti Manajemen Informasi atau Sistem Informasi);
3.     Menyiapkan tenaga yang terampil seperti insinyur, administrator, manajer, dan teknisi untuk memenuhi permintaan di pasar;
4.     Bertindak sebagai jembatan antara akademisi dan industri dengan mengembangkan keterampilan TIK berbasis pelatihan;
5.     Mendorong pertumbuhan dan peningkatan TIK di berbagai disiplin ilmu;
6.     Menyediakan program pelatihan khusus untuk tenaga profesional TI dari semua tingkatan untuk meningkatkan keterampilan peserta yang bersangkutan.

BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
                   Pada dasarnya media TIK dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam pengajaran untuk umum maupun kalangan peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus. Segala kemudahan seperti adanya media aplikatif dalam penyampaian, media penyambung informasi melalui pembelajaran jarak jauh, serta berbagai varian kemudahan dalam pembelajaran menggunakan media TIK dapat diwujudkan di saat proses kegiatan belajar dan mengajar. Namun, hal yang menjadi permasalahan seperti tingginya biaya instalasi dan pengadaan serta terbatasnya tenaga profesional sebagai user (pengguna), maka segala solusi pemecahan dapat untuk diterapkan dan diambil langkah pemecahan masalah yang ada.

3.2.      Saran
1. Diharapkan adanya pelatihan khusus bagi semua pengajar sehigga dapat menjembatani kebutuhan TIK pada era sekarang ini.
2. Diharapkan adanya pendampingan khusus kepada setiap peserta didik khususnya yang memiliki kebutuhan khusus sehingga terciptanya konsep education for all dalam kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA

Thomas, M. (Ed.) (1992), I.T. and Students with Emotional and Behavioural Difficulties, National Council for Educational Technology, Coventry.

Midgley, G. (1993), “Three models of IT training for people with disabilities”, in Floyd, M. (Ed.), Information Technology Training for People with Disabilities, Jessica Kingsley, London, pp. 36-47.

Banes, D. and Walter, R. (2002), Internet for All, 2nd ed., David Fulton, London

Alfred Kwasi Martey, (kakita2@yahoo.com) is the Deputy Librarian, The Main Libarary, University of the Cape Coast, Cape Coast, Ghana.

Florian, L. (2004), “Uses of technology that support pupils with special educational needs”.

in Florian, L. and Hegarty, J. (Eds), ICT and Special Educational Needs: a Tool for
            Inclusion, Open University Press, Buckingham, pp. 7-20.